Beberapa teknologi untuk menghasilkan bioenergi antara lain
1. Hydrolysis
Hidrolisis holoselulosa (hemiselulosa dan selulosa)
menjadi gula monomer adalah tahap ke dua setelah proses perlakuan awal dalam
proses produksi bioetanol generasi-2. Pada tahap hidrolisis selulosa dan
hemiselulosa diubah menjadi gula sederhana seperti di perlihatkan pada
permsamaan reaksi (1) dan (2) (Sudiyani et al.,
2019).
(C6H10O5)n
+ nH2O à
nC6H12O6
(C5H8O4)n + nH2O à nC5H10O5
Teknologi hydrolisis ini
bermanfaat untuk merubah biomass menjadi bioetanol pada generasi pertama. Pada
generasi pertama ini pembuatan bioetanol disesuaikan dengan bahan baku yang
ada. Bahan baku yang berasal kaya gula akan di fermentasi secara langsung untuk
menghasilkan alkohol. Sedangkan bahan baku yang mengandung pati akan dilakukan
beberapa proses untuk menjadi bioetanol seperti gambar dibawah ini.
2. Oil
Extraction
Ektraksi oli ini suatu proses
untuk menghasilkan biodiesel yang mana bahan bakunya berupa limbah minyak
goreng, ampas tebu ataupun limbah dari pengolahan minyak sawit. Proses ini
memerlukan esterifikasi dan esterifikasi untuk mereduksi kandungan asam lemak
bebas (Free Fatty Acid) (Hayyan et al., 2011)
3. Pyrolysis
Pyrolisis adalah proses termal
dengan kurang atau tanpa oksigen (Hartulistiyoso et al., 2015).
Komponen organik dari proses pyrolisis ini dihasilkan gas yang dapat dipakai
untuk bahan bakar atau sumber bahan kimia lainnya. Metode ini adalah perlakuan
awal yang diterapkan terhadap biomassa lignoselulosa. Proses ini ditujukan
untuk pengolahan biomass menjadi bio-oil (Sudiyani et al.,
2019).
Proses pirolisis biasanya di pakai untuk mengolah sampah. Adapaun skema
sederhananya adalah sebagai berikut.
Gambar 2 Skema sederhana
Pirolisis
Sumber : https://www.researchgate.net/figure/Fast-pyrolysis-process_fig2_255813495
4. Gasification
Proses grasifikasi bisa diaplikasikan pada biomass dari limbah pertanian, perkebunan, ataupun sampah. Proses ini merubah bahan organik padat menjadi gas dengan secara termokimia. Hasil dari proses gasifikasi berupa gas CO dan H2 (hidrogen). Gas hasil gasifikasi kemudian digunakan untuk sumber bahan bakar membangkitkan energi listrik. Adapun skema proses gasifikasi seperti disajikan pada gambar 3 di bawah ini
Gambar 3 Skema proses Gasifikasi (Suhendi et al., 2016)
5. Briquetting
Briket dibuat dengan cara menekan dan mengeringkan campuran bahan
menjadi blok yang keras dengan berbagai bentuk. Bahan baku briket ini biasanya
batubara, arang, biomassa, gambut. Bahan yang dirubah dalam bentuk briket ini
sebaiknay mempunyai kadar air yang rendah.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar