Rabu, 17 Agustus 2022

BIOMASSA UNTUK BIOENERGI (part 3)

 Beberapa teknologi untuk menghasilkan bioenergi antara lain 

1.  Hydrolysis

Hidrolisis holoselulosa (hemiselulosa dan selulosa) menjadi gula monomer adalah tahap ke dua setelah proses perlakuan awal dalam proses produksi bioetanol generasi-2. Pada tahap hidrolisis selulosa dan hemiselulosa diubah menjadi gula sederhana seperti di perlihatkan pada permsamaan reaksi (1) dan (2) (Sudiyani et al., 2019).

(C6H10O5)n + nH2O à nC6H12O

(C5H8O4)n + nH2O à nC5H10O5

Teknologi hydrolisis ini bermanfaat untuk merubah biomass menjadi bioetanol pada generasi pertama. Pada generasi pertama ini pembuatan bioetanol disesuaikan dengan bahan baku yang ada. Bahan baku yang berasal kaya gula akan di fermentasi secara langsung untuk menghasilkan alkohol. Sedangkan bahan baku yang mengandung pati akan dilakukan beberapa proses untuk menjadi bioetanol seperti gambar dibawah ini.

Gambar 1 Proses produksi bioetanol generasi pertama (Sudiyani et al., 2019)


2. Oil Extraction

Ektraksi oli ini suatu proses untuk menghasilkan biodiesel yang mana bahan bakunya berupa limbah minyak goreng, ampas tebu ataupun limbah dari pengolahan minyak sawit. Proses ini memerlukan esterifikasi dan esterifikasi untuk mereduksi kandungan asam lemak bebas (Free Fatty Acid) (Hayyan et al., 2011)

3. Pyrolysis

Pyrolisis adalah proses termal dengan kurang atau tanpa oksigen (Hartulistiyoso et al., 2015). Komponen organik dari proses pyrolisis ini dihasilkan gas yang dapat dipakai untuk bahan bakar atau sumber bahan kimia lainnya. Metode ini adalah perlakuan awal yang diterapkan terhadap biomassa lignoselulosa. Proses ini ditujukan untuk pengolahan biomass menjadi bio-oil (Sudiyani et al., 2019). Proses pirolisis biasanya di pakai untuk mengolah sampah. Adapaun skema sederhananya adalah sebagai berikut.

Gambar 2 Skema sederhana Pirolisis 
Sumber : https://www.researchgate.net/figure/Fast-pyrolysis-process_fig2_255813495


4. Gasification

Proses grasifikasi bisa diaplikasikan pada biomass dari limbah pertanian, perkebunan, ataupun sampah. Proses ini merubah bahan organik padat menjadi gas dengan secara termokimia. Hasil dari proses gasifikasi berupa gas CO dan H2 (hidrogen). Gas hasil gasifikasi kemudian digunakan untuk sumber bahan bakar membangkitkan energi listrik. Adapun skema proses gasifikasi seperti disajikan pada gambar 3 di bawah ini

 

Gambar 3 Skema proses Gasifikasi (Suhendi et al., 2016)

5. Briquetting

Briket dibuat dengan cara menekan dan mengeringkan campuran bahan menjadi blok yang keras dengan berbagai bentuk. Bahan baku briket ini biasanya batubara, arang, biomassa, gambut. Bahan yang dirubah dalam bentuk briket ini sebaiknay mempunyai kadar air yang rendah.

  

Gambar 4 Briket batubara, gambut dan biomassa, Sumber : https://ukmberdaya.com/bisnis-briket-arang-tempurung-kelapa/







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIODIESEL (part 1)

Perkembangan Biodiesel  Produksi biodiesel telah mengalami perkembangan yang sangat baik. Semua bahan baku untuk biodiesel memiliki asal...