Dalam kesempatan kali ini akan membahas mengenai bahan baku biomassa untuk bioenergi yang ada di Indonesia. Beberapa bahan baku dan potensinya akan di jelaskan di bawah ini. Seperti telah di jelaskan pada tulisan sebelumnya, terdapat berbagai jenis Biomasa antara lain residu hasil hutan, hasil pertanian, hasil industri, pengolahan limbah, sampah dan hasil peternakan. Biomassa yang ada tersebut dibagi dalam
1.
Bioamssa basah yaitu sisa-sisa
organik dan pupuk
2.
Biomassa padat yaitu kayu,
jerami, dll,
3.
Bioamssa yang mengandung gula
dan pati
4.
Biomass minyak dari tanaman
dan algae
Kondisi
biomassa di Indonesia sebagai berikut :
1.
Potensi Biomass dari Hasil
hutan
Dari grafik
diatas, produksi kayu di Indonesia meningkat setiap tahunnya sehingga limbah
hasil pengolahan kayu diasumsikan juga terdapat peningkatan. Produksi tertinggi
pada tahun 2018 mencapai 47.966.365 M3. Pada industri penggergajian
kayu menghasilkan limbah sebesar 40% yang terdiri dari 22,32% sebetan, 9,39%
potongan kayu dan 8,77% serbuk gergaji (Baristand and Banjarbaru, 1999). Dengan
demikian 47.966.365 M3 kayu di prediksi menghasilkan limbah 19.186.546 M3
sehingga limbah hasil pengolahan kehutanan berpotensi untuk dioleh menjadi
biomassa. Setiap 3000 gram limbah menghasilkan syngas sebesar 2.037 gram (Aktawan, n.d.) asumsi
masa jenis kayu sebesar 600 kg/m3 maka potensi syngass yang
dihasilkan sebesar 23.449.797 Giga
Ton / tahun
2. Potensi
Biomassa dari Perkebunan
Dari gambar diatas hasil produksi perkebunan meningkat yaitu minyak kelapa
sawit, inti sawit dan gula tebu namun hasil kelapa mengalami penurunan.
Meskipun demikian bisa dikatakan biomas dari hasil perkebunan masih berpotensi
untuk diolah menjadi bahan baku bioenergi. Hasil minyak kelapa sawit tertinggi
sebesar 16.310,8 ribu ton. Menurut (Direktorat Bioenergi, 2016) rendemen inti sawit menjadi crude oil sebesar
21 – 22%. Rendemen minyak kelapa sawit menjadi biodiesel sebesar 20-95%, maka kita
punya stock biodiesel sebesar 13864,18 ribu ton / tahun Biodiesel.
Dan limbah dari pengolahan sawit tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai
biomassa.
3.
Potensi Biomassa dari Sampah
Gambar 3 Jumlah sampah nasional, sumber BPS
Dari gambar
di atas bisa di lihat produk sampah Nasional meningkat dari tahun 2019 ke tahun
2020. Jumlah sampah pada tahun 2020 sebanyak 385.339,99 ton. Sampah bisa diubah menjadi
energi baik dengan menghasilkan bioetanol atau digunakan sebagai bahan bakar
pembangkit listrik tenaga sampah. Dari total sampah dan yang bisa dijadikan
bahan bakar sebesar 27,4% yaitu 105.583,15 ton dan nilai kalori rata-rata
sebesar 2094,66 kcal/kg (Ketenagalistrikan et al., 2015), maka potensi energi listrik yang dibangkitkan dari pembangkit listrik
tenaga sampah sebesar 257 GWatt/thn.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar