Sabtu, 20 Agustus 2022

BIOMASSA UNTUK BIOENERGI (part 4)

        Dalam kesempatan kali ini akan membahas mengenai bahan baku biomassa untuk bioenergi yang ada di Indonesia. Beberapa bahan baku dan potensinya akan di jelaskan di bawah ini. Seperti telah di jelaskan pada tulisan sebelumnya, terdapat  berbagai jenis Biomasa antara lain residu hasil hutan, hasil pertanian, hasil industri, pengolahan limbah, sampah dan hasil peternakan. Biomassa yang ada tersebut dibagi dalam

1.    Bioamssa basah yaitu sisa-sisa organik dan pupuk

2.    Biomassa padat yaitu kayu, jerami, dll,

3.    Bioamssa yang mengandung gula dan pati

4.    Biomass minyak dari tanaman dan algae


Kondisi biomassa di Indonesia sebagai berikut :

1.    Potensi Biomass dari Hasil hutan


     Gambar 1. Hasil produksi kayu 2003 – 2018, sumber BPS

Dari grafik diatas, produksi kayu di Indonesia meningkat setiap tahunnya sehingga limbah hasil pengolahan kayu diasumsikan juga terdapat peningkatan. Produksi tertinggi pada tahun 2018 mencapai 47.966.365 M3. Pada industri penggergajian kayu menghasilkan limbah sebesar 40% yang terdiri dari 22,32% sebetan, 9,39% potongan kayu dan 8,77% serbuk gergaji (Baristand and Banjarbaru, 1999). Dengan demikian 47.966.365 M3 kayu di prediksi menghasilkan limbah 19.186.546 M3 sehingga limbah hasil pengolahan kehutanan berpotensi untuk dioleh menjadi biomassa. Setiap 3000 gram limbah menghasilkan syngas sebesar 2.037 gram (Aktawan, n.d.) asumsi masa jenis kayu sebesar 600 kg/m3 maka potensi syngass yang dihasilkan sebesar  23.449.797 Giga Ton / tahun

2.    Potensi Biomassa dari Perkebunan


     Gambar 2. Hasil produksi perkebunan 2015 – 2018, sumber BPS 

Dari gambar diatas hasil produksi perkebunan meningkat yaitu minyak kelapa sawit, inti sawit dan gula tebu namun hasil kelapa mengalami penurunan. Meskipun demikian bisa dikatakan biomas dari hasil perkebunan masih berpotensi untuk diolah menjadi bahan baku bioenergi. Hasil minyak kelapa sawit tertinggi sebesar 16.310,8 ribu ton. Menurut (Direktorat Bioenergi, 2016) rendemen inti sawit menjadi crude oil sebesar 21 – 22%. Rendemen minyak kelapa sawit menjadi biodiesel sebesar 20-95%, maka kita punya stock biodiesel sebesar 13864,18 ribu ton / tahun Biodiesel. Dan limbah dari pengolahan sawit tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai biomassa.

3.    Potensi Biomassa dari Sampah


    Gambar 3 Jumlah sampah nasional, sumber BPS

Dari gambar di atas bisa di lihat produk sampah Nasional meningkat dari tahun 2019 ke tahun 2020. Jumlah sampah pada tahun 2020 sebanyak 385.339,99 ton. Sampah bisa diubah menjadi energi baik dengan menghasilkan bioetanol atau digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah. Dari total sampah dan yang bisa dijadikan bahan bakar sebesar 27,4% yaitu 105.583,15 ton dan nilai kalori rata-rata sebesar 2094,66 kcal/kg (Ketenagalistrikan et al., 2015), maka potensi energi listrik yang dibangkitkan dari pembangkit listrik tenaga sampah sebesar 257 GWatt/thn.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIODIESEL (part 1)

Perkembangan Biodiesel  Produksi biodiesel telah mengalami perkembangan yang sangat baik. Semua bahan baku untuk biodiesel memiliki asal...